Postingan

Motivasi dan Semangat Menulis

Gambar
Berani Menulis?   Sumber : google.com Ah! Kalau diumpamakan, blog ini sudah seperti rumah yang sudah sangat lama ditinggali pemiliknya. Kosong, kotor, dan kumuh seakan debu telah menumpuk beberapa senti. Hingga beberapa hari yang lalu writer’s block masih bergentayangan. Miris? Tentu saja. Sebagai seseorang yang begitu menyukai sastra, setidaknya blog ini telah banyak terisi. Baik itu segelintir kutipan penyair yang indah atau bernostalgia dengan karya penulis yang begitu luar biasa. Namun, jari-jari seakan kelu. Tidak tahu apa yang ingin ditulisnya. Seperti kehilangan daya dan terpaku oleh waktu yang berhenti berputar. Kadang timbul pertanyaan “Apa menulis sesulit itu?” Sebenarnya menulis tidak pernah sesulit yang dibayangkan. Yang harus dilakukan hanya menulis, menulis, dan menulis. Entah itu bentuk diary ataupun beberapa bait ungkapan hati. Apalagi sekarang, semua telah dimudahkan. Banyak media yang bisa digunakan untuk menulis seperti  facebook, twitter, i...

Serupa Embun yang Perlahan Menguap dan Hilang

MIMPI SI PUTRI TIDUR Oleh : Zora Febriyanti Cahaya semerbak melenggang pelan Seakan tak ada ruang lebih indah.. Si putri semakin larut dalam mimpinya Di sana ia bertemu bunga yang sungguh indah Ia kemudian menoleh Melihat ke arah danau yang memantulkan bayangan Si putri meragu Apa yang harus ditujunya? Bunga nan indah atau kejujuran yang akan dikatakan sang danau? Ia maju selangkah Namun nuraninya menginginkan lain Seberang sana sang danau menunggu ceria Sedang si bunga bergembira bersama kupu-kupu nan cantik Gelisah si putri tidur Teramat ingin ia memetik bunga indah itu Berangan memandang si bunga dengan puasnya Kembali ia tersadar Danau yang di sana adalah pengobat hatinya Ia beranjak menuju danau Bertanya pantaskah ia menemani bunga? Danau berkata “kau tidak sepadan dengan keelokkan bunga itu. wahai putri tidur ... kau adalah penyebab layunya bunga itu jika kau beranjak ke sana.” Bersedih si putri tidur meratap kepiluan hatinya Ke...

Tak Seindah Nyanyian Senja

Gambar
Sumber : agustiannp.blogspot.com Berlalu sudah sajak yang telah lama menghiasi sanubari. Dunia sebenarnya telah dimulai. Siap atau tidak, rasa sakit akan secepatnya dirasakan.  Berawal dari ketidaksengajaan, perlahan mulai tumbuh dan asa mulai merangkak naik. Tidak ada jaminan hal ini akan mendapat sambutan.  Hanya diam yang bermekaran dalam setiap senandung. Bisa jadi, rasa ini akan segera dilupakan. Namun tidak dengan jerit nestapa yang dilukis dengan tinta. Goresan telah terukir abadi sejak pertama kali warna itu hadir. Aku sadar untuk tidak berharap banyak, namun izinkan asa ini tumbuh sebagai milikku sendiri. Biarlah engkau melangkah bersama 'dia'.  Aku dan engkau berbeda! Engkau yang hebat, penuh ambisi, dan segala hal yang kau punya. Sedangkan, aku hanya memiliki ‘aku’ sendiri, tidak ada kata lebih menyelinap di sana. Perbedaan kita terbentang jelas. Aku tidak memiliki kuasa untuk berharap banyak. Yang kupunya hanya kata diam. Kau yang membua...

Berbeda Tidak Selalu Salah

Gambar
Berbeda?  Kata yang sering kali kita dengar setiap harinya. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah perbedaan menjadi hal yang begitu menakutkan bagi semua orang? Tentu saja jawabanya tak akan sama. Karena semua orang akan mempercayai isi hati masing-masing. Kadang berbeda membuat seseorang ingin menyerah pada hidupnya. Padahal sudah jelas sekali bahwa itu salah. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang pasti mempunyai titik di mana ia tidak ingin melakukan apapun. Berhenti berkutat dengan waktu dan menutup mata pada dunia kejam yang penuh fatamorgana ini. Ketika seseorang merasa berbeda, ia akan memikirkan banyak hal yang akan membuatnya muak. Semua hal yang dilakukannya akan selalu salah dan akhirnya ia akan diam. Berbeda? Menjadi satu kata yang lucu setiap kali otak mulai mencerna huruf demi hurufnya. Bukan hurufnya yang salah. Yang salah adalah makna berbeda yang dikeluarkan setiap pemikirnya. Seperti halnya dengan sepotong donat. Jika kita kumpulka...